Hoax, Foto Jenazah Meninggal dengan Wajah Tersenyum

img

(Ahmad Mujahid, bersama dengan Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting dan Kasubid Siber Krimsus)


TENGGARONG, Foto viral jenazah Laskar FPI yang meninggal dengan kondisi wajah yang tersenyum, yang viral di medsos beberapa pekan terakhir ini  dipastikan hoax. Orang dalam foto tersebut ternyata masih hidup, dia adalah Ahmad Mujahid warga kota Tenggarong.

“Foto Ahmad Mujahid beberapa hari ini viral di medsos, karena dalam unggahan tersebut foto Ahmad Mujahid dan yang bertuliskan "Jenazah laskar FPI tersenyum" Kata Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting didampingi Kasubid Siber Krimsus Kompol Heri Rosena saat jumpa pers di Mapolres Kukar, Jumat (11/12/2020) sore.

Ditambahkan bahwa pada  6 Desember 2020 Ahmad Mujahid melakukan chat dengan Tri, kemudian isi pesan Tri "kamu siapa", kemudian Ahmad melakukan foto selfie untuk di kirim ke Tri, pada 7 Desember Ahmad menshare fotonya ke grup WA pecinta dan pembela ulama.

Lanjut dia, pada 8 Desember 2020 Ahmad merasa kaget, karena foto yang di kirim di grup WA tersebut menjadi viral dengan narasi jenazah laskar FPI tersenyum. Setelah foto tersebut viral, dirinya membuat video untuk klarifikasi foto tersebut. Untuk saat ini status Ahmad sebagai saksi dan korban yang telah di rugikan

Ia menambahkan, Bahwa pada Kamis (10/12/2020) sekitar pukul 16.00 Wita, hasil patroli siber di temukan informasi tentang konten yang di duga memiliki muatan Hoax di medsos twitter dengan nama akun "Tunggumakarallah"

"Dimana dalam akun tersebut telah mengunggah foto terkait jenazah laskar FPI yang tersenyum dengan caption, para syuhada itu langsung di angkat malaikat ke syurga, insyaallah" Ucapnya

Tambah dia, kasus tersebut masih dalam penyelidikan terhadap pelaku yang menyebarkan berita hoax, karena sudah melanggar undang undang ITE dan merugikan pihak korban yakni Ahmad Mujahid.

Sementara itu Kasubid Siber Krimsus Polda Kompol Heri Rosena mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, dan berkoordinasi dengan siber bareskrim, dimana pihaknya juga fokus dalam penyelidikan terkait berita hoax tersebut.(*riz/poskotakaltimnews.com)